Jumat, 29 Juli 2022

 A.     DASAR TEORI

 

DML (Data Manipulation Language) DML adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam basis data, misalnya untuk pengambilan, penyisipan, pengubahan dan penghapusan data. Perintah yang termasuk dalah kategori DML adalah :

          INSERT, DELETE, UPDATE dan SELECT.

1. INSERT

Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel. Terdapat dua cara untuk menambah baris, yaitu:  

Cara 1: Menambah baris dengan mengisi data pada setiap kolom :

INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Cara 2 : Menambah baris dengan hanya mengisi data pada kolom tertentu :

INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

Keterangan :
Jika data bertipe string, date atau time (contoh : action, horor, 2007-11-10) maka pemberian nilainya diapit dengan tanda petik tunggal ('horor') atau petik ganda ("horor"). Jika data bertipe numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.  

2. DELETE

Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh baris. Syntax :

DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];  

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu

3. UPDATE

Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu table. Syntax :

UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi];

Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu 

4. SELECT

Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan tabel yang lainnya.  

a.     Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*) :

            

SELECT * FROM namatabel;

 

b.     Menampilkan data untuk kolom tertentu :

SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;

 

c.     Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE:

SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;

Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE

Symbol Operator

Keterangan

=

Sama dengan

>

Lebih dari

<

Kurang dari

< >

Tidak sama dengan

>=

Lebih dari sama dengan

<=

Kurang dari sama dengan

And

Dan

Or

Atau

Not

Bukan

Between  -  And

Diantara

In

Di dalam

Like

Menyamai

 

 

d.     Memberikan nama lain pada kolom :

SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;

Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom jenis menjadi jenis_film pada tabel jenisfilm:

SELECT JENIS AS TYPE FROM JENISFILM;

e.     Menampilkan data lebih dari dua tabel:

SELECT * FROM namatabel1, namatabel2, namatabel-n;

f.     Nested Queries / Subquery (IN, NOT IN, EXISTS, NOT EXISTS)

Subquery berarti query di dalam query. Dengan menggunakan subquery, hasil dari query akan menjadi bagian dari query di atasnya. Subquery terletak di dalam klausa WHERE atau HAVING. Pada klausa WHERE, subquery digunakan untuk memilih baris-baris tertentu yang kemudian digunakan oleh query. Sedangkan pada klausa HAVING, subquery digunakan untuk memilih kelompok baris yang kemudian digunakan oleh query.

Contoh 1: 

Perintah untuk menampilkan data pada tabel jenisfilm yang mana data pada kolomjenis-nya tercantum pada tabel film menggunakan IN :

SELECT * FROM JENISFILM WHERE JENIS IN (SELECT JENIS FROM FILM);

atau menggunakan EXISTS

SELECT * FROM JENISFILM WHERE EXISTS (SELECT * FROM FILM WHERE HARGA > 2000);

 Pada contoh di atas:

SELECT JENIS FROM FILM disebut subquery, sedangkan :

SELECT * F ROM JENISFILM berkedudukan sebagai query.

Perhatikan, terdapat data jenis dan harga pada tabel jenisfilm yang tidak ditampilkan. Hal ini disebabkan data pada kolom jenis tidak terdapat pada kolom jenis di tabel film.

 

Contoh 2:

Perintah untuk menampilkan data pada tabel jenisfilm yang mana data pada kolom jenis-nya tidak tercantum pada tabel film menggunakan NOT IN:

 

SELECT * FROM JENISFILM WHERE JENIS NOT IN (SELECT JENIS FROM FILM);

 

atau menggunakan NOT EXISTS 

 

SELECT * FROM JENISFILM WHERE NOT EXISTS (SELECT * FROM FILM WHERE HARGA > 2000);

 

g.      Operator comparison ANY dan ALL

Operator ANY digunakan berkaitan dengan subquery. Operator ini menghasilkan TRUE (benar) jika paling tidak salah satu perbandingan dengan hasil subquery menghasilkan nilai TRUE. Ilustrasinya jika:

 Gaji > ANY (S)

 Jika subquery S menghasilkan G1, G2, ..., Gn, maka kondisi di atas identik dengan:

(gaji > G1) OR (gaji > G2) OR ... OR (gaji > Gn)  

Contoh: perintah untuk menampilkan semua data jenisfilm yang harganya bukan yang terkecil:

 SELECT * FROM JENISFILM WHERE HARGA > ANY (SELECT HARGA FROM JENISFILM);

Operator ALL digunakan untuk melakukan perbandingan dengan subquery. Kondisi dengan ALL menghasilkan nilai TRUE (benar) jika subquery tidak menghasilkan apapun atau jika perbandingan menghasilkan TRUE untuk setiap nilai query terhadap hasil  subquery.

Contoh : perintah untuk menampilkan data jenisfilm yang harganya paling tinggi:

SELECT * FROM JENISFILM WHERE HARGA >= ALL (SELECT HARGA FROM JENISFILM);

h.     Sintak ORDER BY

Klausa ORDER BY digunakan untuk mengurutkan data berdasarkan kolom tertentu sesuai dengan tipe data yang dimiliki. Contoh : perintah untuk mengurutkan data film berdasarkan kolom judul:

SELECT * FROM FILM ORDER BY JUDUL;

atau tambahkan ASC untuk pengurutan secara ascending (menaik) :

SELECT * FROM FILM ORDER BY JUDUL ASC;

atau tambahkan DESC untuk pengurutan secara descending (menurun):

SELECT * FROM FILM ORDER BY JUDUL DESC;

i.     Sintak DISTINCT

Distinct adalah kata kunci ini untuk menghilangan duplikasi. Sebagai Contoh, buat  sebuah tabel pelanggan yang berisi nama dan kota asal dengan beberapa record isi dan beberapa kota asal yang sama. Kemudian ketikkan perintah berikut:

SELECT DISTINCT KOTA FROM PELANGGAN;

Dengan perintah di atas maka nama kota yang sama hanya akan ditampilkan satu saja.  

j.     UNION, INTERSECT dan EXCEPT

UNION merupakan operator yang digunakan untuk menggabungkan hasil query, dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama. Berikut ini perintah untuk memperoleh data pada tabel film dimana jenisnya action dan horor:

SELECT JENIS, JUDUL FROM FILM WHERE JENIS = 'ACTION' UNION

SELECT  JENIS, JUDUL FROM FILM WHERE JENIS = 'HOROR';

 Perintah di atas identik dengan:

 SELECT JENIS, JUDUL FROM FILM WHERE JENIS = 'ACTION' OR JENIS = 'HOROR';

Namun tidak semua penggabungan dapat dilakukan dengan OR, yaitu jika bekerja pada dua tabel atau lebih.

 INTERSECT merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah yang memenuhi kedua query tersebut dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.

SELECT * FROM namatabel1 INTERSECT SELECT * FROM namatabel2;

Pada MySQL tidak terdapat operator INTERSECT namun sebagai gantinya dapat  menggunakan operator IN seperti contoh 1 pada bagian Nested Queries.

EXCEPT / Set Difference merupakan operator yang digunakan untuk memperoleh data dari dua buah query dimana data yang ditampilkan adalah data yang ada pada hasil query 1 dan tidak terdapat pada data dari hasil query 2 dengan ketentuan jumlah, nama dan tipe kolom dari masing-masing tabel yang akan ditampilkan datanya harus sama.  

SELECT * FROM namatabel1 EXCEPT SELECT * FROM namatabel2;

Pada MySQL tidak terdapat operator EXCEPT namun sebagai gantinya dapat menggunakan operator NOT IN seperti contoh 2 pada bagian Nested Queries.


Kamis, 28 Juli 2022

 

Proses Pengujian Produk Baru
Pengujian produk baru bertujuan untuk memberikan penilaian yang lebih rinci tentang
peluang sukses produk baru, mengidentifikasi berbagai penyesuaian akhir yang diperlukan
untuk produk, dan menetapkan berbagai elemen penting dalam program pemasaran yang akan
dipakai untuk memperkenalkan produk dipasar. Secara umum, terdapat 4 (empat) kegiatan
dalam pengujian produk baru, yaitu sebagai berikut.
Proses pengujian produk merupakan tahap ke 3 (tiga) dalam proses pengembangan
produk baru. Macam-macam pengujian di antaranya ada 4 (empat, yaitu :
1.     Technical Testing (Pengujian Teknis)
Yaitu dengan cara membuat prototipe yang merupakan approximation (perkiraan) produk
akhir. Pengujian atas kinerja produk prototipe dapat menghasilkan sejumlah informasi
penting tentang product shelf life (usia pajang produk), tingkat keusangan produk,
masalah yang timbul dari pemakaian atau konsumsi yang tidak seharusnya, potensi
kerusakan yang memerlukan penggantian, dan jadwal pemeliharaan yang tepat. Masing
masing dari jenis informasi tersebut dapat mempunyai dampak biaya terhadap pemasaran
produk. Contohnya seperti estimasi usia panjang produk bisa berpengaruh terhadap
frekuensi dan biaya pengiriman. Lalu kemungkinan adanya masalah penggunaan yang
signifikan dapat mengakibatkan perlunya tambahan informasi labeling, periklanan, dan
sebagainya.
2.     Pengujian Preference and Satisfaction Testing (Preferensi dan Kepuasan)
Dipakai untuk menetapkan elemen-elemen yang akan dirancang dalam rencana
pemasaran serta untuk membuat tafsiran penjualan awal produk baru. Secara umum
terdapat dua cara utama yang dibutuhkan dalam tipe pengujian ini, yaitu pertama meminta
konsumen untuk menggunakan sebuah produk selama jangka waktu tertentu, dan
kemudian mereka diminta untuk menjawab beberapa pertanyaan yang berhubungan
dengan preferensi serta kepuasan mereka. Kedua, melaksanakan "blind test" yang
sedemikian rupa sehingga konsumen dapat membandingkan berbagai macam alternatif
produk tanpa mengetahui nama merek atau produsennya.
Pada dasamya, pengujian preferensi dan kepuasan akan memberikan sejumlah manfaat
pokok, antara lain sebagai berikut :
a.       Uji preferensi aktual dan uji teknis bisa memberikan dasar klaim yang obyektif untuk
keperluan promosi, terlebih apabila perusahaan ingin menyajikan superioritas dalam hal persepsi konsumen atas keunggulan spesifik pada produk perusahaan dari pada
pesaing.
b.       Estimasi tingkat pembelian ulang sangat penting untuk memperkirakan pangsa pasar
jangka panjang. Oleh karena itu hasil yang kurang bagus pada uji ini dapat berakibat
pada pembatalan peluncuran produk maupun perancangan ulang produk baru.
c.       Meskipun penerimaan pasar atas produk baru ditentukan oleh semua elemen program
pemasaran, tetapi berbagai kasus menunjukkan bahwa skor yang tinggi dalam
dimensi kinerja produk menggambarkan bahwa ide produk yang bersangkutan
sebaiknya dilanjutkan pada tahap pengembangan produk baru selanjutnya.
d.       Uji preferensi pada umumnya dapat memberikan signal awal terbaik terhadap
kemungkinan terjadinya kanibalisasi produk.
3.     Simulated Test Markets atau Laboratory Test Markets (Pengujian Pasar Simulasi)
Prosedur riset pemasaran yang dibuat untuk memberikan gambaran yang murah dan cepat
tentang pangsa pasar yang bisa diharapkan dari produk baru. Beberapa model yang dapat
dipakai antara lain BASES, DESIGNOR, ASSESSOR, dan LITMUS
4.     Test Markets (Pengujian Pasar)
Yaitu perusahaan akan menawarkan sebuah produk untuk dijual diwilayah pasar terbatas
yang sebisa mungkin dapat mewakili keseluruhan pasar dimana produk itu nantinya akan
dijual. Secara prinsip, terdapat perbedaan yang signifikan antara metode pengujian pasar
untuk produk konsumen dan produk bisnis/industrial. Didalam pengujian produk
konsumen, perusahaan akan berusaha mengestimasi empat variabel, yakni product trial
(percobaan produk), first repeat (pengulangan pembelian pertama), adopsi produk, serta
frekuensi pembelian. Tentunya perusahaan menginginkan bahwa semua variabel-variabel
tersebut menunjukkan tingkat yang tinggi.
Metode pokok untuk menguji pasar produk konsumen, adalah sebagai berikut :
a.       Sales Wave Research
Dalam metode sales wave research, konsumen yang pada awalnya mencoba sebuah
produk secara gratis ditawarka lagi produk tersebut atau produk pesaing, dengan
harga yang lebih murah. Kemudian perusahaan akan memperhatikan berapa kali
konsumen memilih produk perusahaan serta tingkat kepuasan mereka. Metode ini
juga mencakup usaha untuk mempresentasikan pada konsumen satu ataupun
beberapa konsep iklan dalam bentuk kasar untuk mengamati dampaknya terhadap
pembelian ulang
b.       Simulated Test Marketing
Metode ini memerlukan 30 sampai 40 pembeli yang qualified dipusat pertokoan ataupun tempat-tempat lainnya. Perusahaan akan menanyakan beberapa hal kepada mereka, berhubungan dengan awareness dan preferensi mereka terhadap berbagai merek pada jenis produk tertentu. Mereka bisa saja diundang untuk menyaksikan iklan singkat, termasuk didalamnya yang sudah terkenal ataupun yang masih baru. Lalu dalam penayangan iklan tersebut disisipkan iklan produk baru. Kemudian konsumen akan diberi sejumlah uang lalu diminta untuk datang ke sebuah toko khusus dimana mereka bisa membelanjakan uang yang sudah diberikan tersebut sesuai kebutuhan. Perusahaan lalu mengamati dan memperhatikan jumlah konsumen yang membeli merek baru dan merek pesaing. Data ini akan memberikan gambaran tentang efektivitas iklan mereka atas iklan pesaing. Konsumen lalu diminta mengutarakan alasan-alasan mereka membeli ataupun tidak membeli. Lalu kemudaian beberapa minggu setelah itu mereka akan diwawancarai kembali melalui telepon untuk menentukan sikap mereka atas produk tersebut, kepuasannya, penggunaannya, dan minatnya untuk membeli kembali, dan ditawari kesempatan untuk membeli kembali produk yang bersangkutan.
c.       Controlled Test Marketing
Metode ini memungkinkan perusahaan untuk menguji pengaruh faktor dalam toko
dan iklan terbatas pada perilaku pembelian konsumen tanpa harus melibatkan konsumen itu sendiri secara langsung. Sampel konsumen akan diwawancarai untuk mendapatkan kesan mereka terhadap produk yang bersangkutan. Perusahaan tidak harus memberikan potongan penjualan, memakai wiraniaga mereka sendiri, atau`membeli jaringan distribusi. Tetapi metode ini tidak dapat memberikan informasi tentang cara membujuk distributor agar mau menjual produk baru perusahaan.
d.       Test Markets
Uji pasar adalah cara utama dalam menguji sebuah produk baru dalam situasi yang
sama dengan yang nantinya akan dihadapi dalam peluncuran produk yang bersangkutan. Perusahaan umumnya akan bekerja sama dengan perusahaan riset dalam menentukan kota dimana wiraniaga perusahaan nantinya akan mencoba membujuk para distributor agar bersedia untuk menjual produk perusahaan. Perusahaan melakuan promosi dan periklanan sama dengan yang akan dilaksanakan dalam pemasaran secara nasional. Biaya yang nantinya dibutuhkan tergantung pada jumlah kota, lama pengujian, serta jumlah data yang diinginkan perusahaan. Melalui uji pasar akan didapatkan beberapa manfaat, diantaranya adalah memberikan prediksi yang dapat diandalkan tentang penjualan dimasa yang akan datang, pengujian awal terhadap rencana pemasaran, mengetahui kekurangan produk,
mendapat gambaran berbagai masalah potensial dalam jaringan distribusi, dan mendapat pemahaman lebih baik mengenai perilaku berbagai segmen pasar. Sementara, produk bisnis juga mendapatkan manfaat dari uji pasar, dimana pengujiannya bervariasi tergantung dari jenis barangnya. Barang industri yang mahal dan memakai teknologi baru pada umumnya menjalani pengujian Alpha dan Beta. Pengujian Alpha ialah pengujian produk dengan tujuan mengukur serta meningkatkan kinerja, rancangan, keandalan, dan biaya operasi produk. Apabila hasil pengujian alpha baik, maka perusahaan akan melanjutkannya dengan melakukan pengujian Beta dengan mengundang para konsumen potensial agar dapat
melaksanakan pengujian secara rahasia ditempat mereka sendiri.Metode uji pasar lainnya ialah memperkenalkan produk bisnis baru dalam pameran dagang. Produk baru industrial juga dapat diuji ditempat pajangan distributor atau dealer. Cara lain yang bisa ditempuh ialah uji pemasaran, dimana perusahaan membuat pasokan produk dengan jumlah terbatas dan diserahkan pada wiraniaga untuk dijual didaerah geografis yang terbatas dengan dukungan katalog, promosi, dan sebagainya. Melalui cara demikian, manajemen akan dapat mempelajari apa saja yang mungkin terjadi dalam pemasaran dengan skala penuh serta memberikan informasi yang lebih lengkap dalam memutuskan komersialisasi produk yang bersangkutan.

Rabu, 27 Juli 2022

 

Cara Membuat Prototype Produk
1.       Membuat diagram rinci atau sketsa
Langkah pertama dalam menciptakan prototipe adalah untuk menciptakan sebuah konsep
sketsa rinci atau diagram. Tujuan Anda harus menangkap ide sebanyak mungkin dengan
cara visual yang idealnya, anda harus memiliki dua sketsa konsep :
    Sebuah sketsa desain yang menunjukkan bagaimana produk mungkin muncul setelah
     selesai
    Sebuah sketsa teknis yang menunjukkan dimensi produk, bahan, dan bekerja.
     Anda dapat menggunakan perangkat lunak untuk melakukan hal ini, tapi pena dan kertas
     kerja yang lebih baik. Anda bahkan dapat beralih ke pena dan kertas gambar-gambar ini
     ketika Anda mengajukan paten. Jangan ragu untuk bereksperimen dan menjadi kreatif
     dalam langkah ini. Kau jauh dari manufaktur pada saat ini; jangan takut untuk mencoba
     hal-hal baru.
2.       Membuat model 3D (optional)
Selanjutnya (optional) Langkah ini untuk mentransfer sketsa konsep Anda ke perangkat lunak pemodelan 3D. Ini akan membantu Anda (dan setiap pihak ketiga seperti investor atau mitra) memvisualisasikan produk yang lebih baik. Anda juga dapat menggunakan model ini untuk membuat salinan cetak 3D prototipe Anda. Manfaat lain dari model 3D adalah bahwa Anda dapat menggunakan aplikasi augmented reality untuk memvisualisasikan itu di dunia nyata. Ini bekerja sangat baik untuk menunjukkan ukuran, bentuk, dan desain sebuah ide produk.
3.       Buat “bukti dari konsep”
Sekarang tiba bagian menyenangkan: benar-benar membangun ide produk. Bagaimana Anda membangun bukti pertama Anda dari konsep akan tergantung pada sejumlah hal. Jika Anda memiliki produk sederhana yang Anda sudah dimodelkan dalam perangkat lunak 3D, Anda hanya bisa mendapatkannya 3D dicetak untuk menciptakan “bukti dari konsep” Anda. Namun, jika Anda memiliki produk yang kompleks dengan sejumlah bagian mekanik atau elektronik, Anda harus berimprovisasi lebih keras. Ingat bahwa bukti dari konsep tidak harus terlihat baik atau bahkan menyerupai produk akhir. Ini hanya harus bekerja. Anda bahkan dapat menggunakan produk rumah tangga biasa untuk membuat model ini tahap awal. Untuk produk yang lebih kompleks, Anda mungkin harus mencari bantuan dari seorang tukang atau masinis.
4.       Buat prototipe pertama Anda
bukti dari konsep menunjukkan bahwa produk Anda bekerja. Model 3D Anda menunjukkan apa yang mungkin terlihat seperti. Langkah anda selanjutnya adalah untuk menggabungkan pelajaran dari bukti konsep dan model 3D untuk membuat prototipe pertama anda. Ini harus menjadi model yang cukup rinci yang terlihat seperti produk akhir Anda dan memiliki fungsi yang sama. Itu tidak selalu mungkin untuk menciptakan detail pertama prototipe ini saja. Tergantung pada kompleksitas, Anda mungkin ingin mendapatkan bantuan dari masinis atau desainer prototipe khusus. Karena ini hanya prototipe pertama, Anda tidak perlu khawatir terlalu banyak tentang jenis bahan yang digunakan atau bahkan biaya. Tujuan Anda adalah untuk mendapatkan model kerja yang menyerupai produk akhir Anda.
5.       Membuat prototipe produksi-siap
Langkah terakhir sebelum Anda sampai ke manufaktur adalah untuk memangkas lemak
dari prototipe pertama Anda dan mendapatkannya untuk negara produksi-siap. Ini pada dasarnya adalah proses biaya dan kelayakan analisis. Anda harus pergi melalui setiap bagian dari prototipe dan mencari cara untuk memotong biaya tanpa mengorbankan fungsionalitas. Pada waktu yang sama, anda harus melihat cara untuk meningkatkan estetika produk atau daya tahan. Misalnya, Anda mungkin mengganti bagian plastik yang sering digunakan dengan logam, dan bagian logam kecil-digunakan dengan plastik. Ini akan membantu Anda memotong biaya sambil tetap mempertahankan kualitas. Ini membantu untuk bekerja dengan produsen dan mencari tahu komponen betapa berbedanya dalam prototipe mungkin berdampak biaya dan kualitas. Anda juga harus melihat bahan baku yang berbeda dan melihat mana yang lebih menyenangkan estetis.
Tujuan Anda harus menemukan keseimbangan antara biaya dan kualitas tergantung pada
target pelanggan Anda. Jika Anda menargetkan pembeli mewah, misalnya, kualitas akan
lebih penting daripada biaya. Untuk pelanggan anggaran, itu akan menjadi sebaliknya.
Tips untuk Ikuti Ketika Membuat Prototype Produk Anda
Prototyping ide dari awal dapat menjadi kompleks, terutama untuk pembuat pertama kali.
Berikut tips ini akan membuat proses lebih halus:
1.       Membuat daftar fitur prioritas
Itu tak terelakkan bahwa produk akhir Anda tidak akan memiliki semua fitur yang Anda
membayangkan di ide asli Anda. Biaya dan bahan kendala berarti bahwa Anda harus
mengurangi beberapa fitur yang mahal. Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe pertama anda, memisahkan semua fitur dalam tiga kategori :
   Perlu punya : Ini adalah fitur yang Anda benar-benar perlu untuk produk untuk bekerja. Misalnya, “Penyimpanan portabel” akan menjadi fitur kebutuhan untu  dimiliki dalam iPod.
   Baik untuk memiliki : Ini adalah fitur yang akan membantu produk Anda menonjol, tetapi tidak  penting untuk fungsinya. Misalnya, yang “klik roda” adalah baik-untuk-memiliki fitur di iPod. Hal itu membuat iPod lebih mudah untuk digunakan, tetapi itu tidak penting untuk menjalankan nya.
    Tidak dibutuhkan : Ini adalah fitur yang berlebihan untuk produk dan tidak menambahkan banyak di      jalan banding atau utilitas. Sering, fitur ini terlalu mahal untuk diterapkan juga. Anda dapat dengan aman membuang fitur ini di desain Anda. Generasi pertama iPod tidak memiliki “roda klik” karena itu terlalu mahal untuk diterapkan. Cobalah untuk memiliki banyak kebutuhan untuk memiliki fitur mungkin dalam desain akhir Anda.
2.       Masuk NDAs dan paten berkas
Anda pasti akan beralih ke desainer prototipe, masinis, 3D modeler, dll. dalam                            rangka mengembangkan prototipe Anda. Jika ide Anda adalah inovatif, segera Anda dapat            menemukan seseorang menjualnya pada AliExpress untuk harga jauh lebih rendah. Bahkan jika   mereka tidak menyalin ide produk, mereka mungkin menyalin teknik desain atau produksi baru    yang dikembangkan. Untuk melindungi diri Anda dari pencurian kekayaan intelektual, Anda dapat mengambil langkah-langkah berikut:
a)     Mengajukan paten untuk ide produk dan desain.
b)     Meminta semua pihak ketiga untuk menandatangani perjanjian non-disclosure
        (NDAs).
3.       Menjaga biaya dalam pikiran ketika merancang
Salah satu tantangan terbesar dalam menciptakan prototipe adalah menyeimbangkan utilitas dan biaya. Anda ingin produk untuk memenuhi fungsi yang dijanjikan, tetapi Anda juga ingin menjualnya dengan harga yang wajar. Produk yang luar biasa bahwa pelanggan Anda tidak mampu membayar biaya pasti akan gagal. Pada setiap tahap dalam proses desain, tanyakan pada diri sendiri dua pertanyaan:
    Merupakan bagian ini diperlukan?
    Jika ya, apa bahan termurah untuk membuatnya tanpa mengorbankan utilitas?
        Biaya bahan bervariasi, bahkan di antara bahan dalam kategori yang sama (seperti
‘plastik’ atau ‘logam’). Ingatlah hal ini ketika Anda sedang merancang produk Anda.
4.       Gunakan teknik manufaktur standar
Alasan lain untuk biaya overruns antara prototipe untuk produk akhir adalah penggunaan
teknik manufaktur kustom. Pada dasarnya, setiap pabrik yang membangun produk Anda
akan menggunakan beberapa proses manufaktur standar industri (seperti “injeksi”). Jika
produk Anda tidak dapat diproduksi menggunakan mereka, pabrik harus membuat teknik
disesuaikan dan melatih staf untuk menggunakannya. Hal ini dapat menambah secara
substansial terhadap biaya produksi, terutama jika Anda manufaktur dalam batch kecil.
Oleh karena itu, ketika Anda sedang merancang prototipe Anda, tetap menutup mata pada
jenis proses manufaktur masing-masing bagian akan membutuhkan. Jika fitur membutuhkan teknik produksi sangat disesuaikan, mempertimbangkan menghapus itu. Seorang desainer prototipe atau masinis harus dapat membantu Anda mencari tahu ini.
5.       Meminjam ide dari pesaing
Membongkar produk pesaing Anda dapat memberikan pemahaman rinci tentang apa yang
bekerja, apa yang tidak ketika membuat suatu produk. Ini bisa menjadi bantuan besar
dalam merancang ide Anda sendiri. Oleh karena itu, sebelum Anda mulai membuat prototipe Anda, mengambil melihat dari dekat produk pesaing Anda. Menganalisis bahan mereka, desain, dan teknik manufaktur.