Selasa, 20 Desember 2022

DDL

 DDL

DDL (Data Definition Language), DDL merupakan kelompok perintah yang berfungsi untuk  mendefinisikan  atribut-atribut  basis  data,  tabel,  atribut(kolom),   batasan-batasan terhadap suatu atribut, serta hubungan antar tabel. Yang termasuk dalam kelompok DDL ini adalah CREATE, ALTER, dan DROP.

1.Syntax Membuat Database : 

CREATE DATABASE namadatabase;

Nama database tidak boleh mengandung spasi dan tidak boleh memiliki nama yang sama antar database. Berikut ini perintah untuk membuat database dengan nama rental :  CREATE DATABASE CV_SEJAHTERA;


2.Menampilkan Database : 

Syntax tambahan untuk menampilkan daftar nama database yang ada pada mysql menggunakan perintah : SHOW DATABASES;


3.Memilih Database : USE namadatabase;

Sebelum  membuat  suatu  tabel,  terlebih  dahulu  harus  memilih  salah  satu database sebagai database aktif yang akan digunakan untuk menyimpan tabel-tabel, Berikut ini perintah untuk menggunakan database dengan nama CV_SEJAHTERA: USE SEJAHTERA;


4.Syntax Menghapus Database : 

DROP DATABASE namadatabase;

Database yang akan dihapus sesuai dengan namadatabase. Berikut ini perintah untuk menghapus database dengan nama rental : DROP DATABASE RENTAL;


5.Membuat Tabel : 

CREATE TABLE namatabel2 ( Field1 TipeData1,Field2 TipeData2);

Nama  tabel tidak  boleh  mengandung  spasi (space).  Field1  dan TipeData1 merupakan  nama  kolom pertama  dan  tipe  data  untuk  kolom pertama.  Jika  ingin membuat tabel dengan kolom lebih dari satu, maka setelah pendefinisian tipe data sebelumnya diberikan tanda koma (,).

Berikut ini perintah untuk membuat tabel dengan nama barang :


6.Menampilkan Tabel

Untuk menampilkan daftar nama tabel yang ada pada database yang sedang aktif/digunakan (dalam hal ini database rental) : 

SHOW TABLES;


7.Menampilkan Atribut Tabel : 

DESC namatabel;

Untuk menampilkan deskripsi tabel (dalam hal ini jenisfilm) syntaxnya adalah : DESC barang;


8.Syntax Menghapus Tabel : 

DROP TABLE namatabel;

Tabel yang akan dihapus sesuai dengan namatabel, berikut ini perintah untuk menghapus tabel dengan nama jenisfilm : DROP TABLE BARANG;


9.Mendefinisikan Null/Not Null : 

CREATE TABLE namatabel ( Field1 TipeData1 NOT NULL, Field2 TipeData2);


10.Mendefinisikan Primary Key Pada Tabel

Terdapat  tiga  cara  untuk  mendefinisikan  primary  key.  Berikut  ini  adalah Syntax mendefinisikan primary key untuk Field1

1)CREATE TABLE namatabel(Field1 TipeData1 NOT NULL PRIMARY KEY, Field2 TipeData2);


2)CREATE TABLE namatabel ( Field1 TipeData1, Field2 TipeData2, PRIMARY KEY(Field1));


3)ALTER TABLE namatabel ADD CONSTRAINT namaconstraint PRIMARY KEY (namakolom);

11.Menghapus Primary Key Pada Tabel


Cara 1 : Jika primary key dibuat dengan menggunakan alter table :

ALTER TABLE namatabel DROP CONSTRAINT namaconstraint; 

Cara 2 : Jika primary key dibuat melalui create table : 

ALTER TABLE namatabel DROP PRIMARY KEY;



12.Menambah Kolom Baru Pada Tabel : 

ALTER TABLE namatabel ADD fieldbaru tipe;

Namatabel adalah nama tabel yang akan ditambah fieldnya. Fieldbaru adalah nama kolom yang akan ditambahkan, tipe adalah tipe data dari kolom yang akan ditambahkan.

Berikut  ini contoh:

1)Perintah untuk  menambah kolom keterangan dengan tipe data varchar(25):

ALTER TABLE JENISFILM ADD KETERANGAN VARCHAR(25);

2)Untuk meletakkan field diawal, tambahkan sintaks first : 

ALTER TABLE PELANGAN ADD COLUMN KODE CHAR(5) FIRST;

3)Untuk menyisipkan field setelah field tertentu, tambahkan sintaks after :

ALTER TABLE PELANGAN ADD COLUMN PHONE CHAR(5) AFTER ALAMAT;

4)Mengubah Tipe Data atau Lebar Kolom Pada Tabel :  

ALTER TABLE NAMATABEL MODIFY COLUMN FIELD TIPE

Namatabel adalah nama tabel yang akan diubah tipe data atau lebar kolomnya. Field adalah kolom yang akan diubah tipe data atau lebarnya. Tipe adalah tipe data baru  atau  tipe  data  lama  dengan  lebar  kolom  yang  berbeda.  

Berikut  ini  contoh perintah untuk mengubah tipe data untuk kolom keterangan dengan char(20) :

ALTER TABLE JENISFILM MODIFY COLUMN KETERANGAN VARCHAR(20);

13.Mengubah Nama Kolom : 

ALTER TABLE namatabel CHANGE COLUMN namalamakolom namabarukolom tipedatabaru;

Namatabel adalah nama tabel yang akan diubah nama kolomnya,  namalamakolom adalah kolom yang akan diganti namanya, namabarukolom adalah nama baru kolom, tipedatanya adalah tipe data dari kolom tersebut. Berikut ini contoh perintah untuk mengubah nama kolom keterangan menjadi ket :

ALTER TABLE JENISFILM CHANGE COLUMN KETERANGAN KET VARCHAR(20);


14.Menghapus Kolom Pada Tabel : 

ALTER TABLE namatabel DROP COLUMN namakolom;

a)Mengubah nama Tabel : 

RENAME : Perintah yang digunakan untuk merubah nama Objek

RENAME TABLE table_name TO new_table name


DML

 DML (Data Manipulation Language) DML adalah kelompok perintah yang berfungsi untuk memanipulasi data dalam basis data, misalnya untuk pengambilan, penyisipan, pengubahan dan penghapusan data. Perintah yang termasuk dalah kategori DML adalah :

INSERT, DELETE, UPDATE dan SELECT.

1.INSERT

    Perintah INSERT digunakan untuk menambahkan baris pada suatu tabel. Terdapat dua cara untuk        menambah baris, yaitu:  

    Cara 1: Menambah baris dengan mengisi data pada setiap kolom :

    INSERT INTO namatabel VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n); 

    Cara 2 : Menambah baris dengan hanya mengisi data pada kolom tertentu : 

    INSERT INTO namatabel (kolom1,kolom2,kolom-n) VALUES (nilai1,nilai2,nilai-n);

    Keterangan : 

            Jika data bertipe string, date atau time (contoh : action, horor, 2007-11-10) maka pemberian            nilainya diapit dengan tanda petik tunggal ('horor') atau petik ganda ("horor"). Jika data bertipe            numerik (2500, 400) maka pemberian nilainya tidak diapit tanda petik tunggal maupun ganda.  

2.DELETE 

    Perintah DELETE digunakan untuk menghapus satu baris, baris dengan kondisi tertentu atau seluruh     baris. Syntax : 

    DELETE FROM namatabel [WHERE kondisi];  

    Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk menghapus suatu baris dengan suatu kondisi tertentu.

3.UPDATE 

     Perintah UPDATE digunakan untuk mengubah isi data pada satu atau beberapa kolom pada suatu         table. Syntax : 

     UPDATE namatabel SET kolom1 = nilai1, kolom2 = nilai2 [WHERE kondisi]; 

     Perintah dalam tanda [] bersifat opsional untuk mengubah suatu baris dengan suatu kondisi tertentu. 

4.SELECT 

    Perintah SELECT digunakan untuk menampilkan isi dari suatu tabel yang dapat dihubungkan dengan     tabel yang lainnya.  

        1.Menampilkan data untuk semua kolom menggunakan asterisk (*) : 

           SELECT * FROM namatabel; 

        2.Menampilkan data untuk kolom tertentu : 

           SELECT kolom1,kolom2,kolom-n FROM namatabel;

        3.Menampilkan data dengan kondisi data tertentu dengan klausa WHERE: 

           SELECT * FROM namatabel WHERE kondisi;

           Beberapa operator perbandingan yang dapat digunakan pada klausa WHERE 

            Symbol Operator Keterangan

                = Sama dengan

                > Lebih dari

                < Kurang dari

                < > Tidak sama dengan

                >= Lebih dari sama dengan

                <= Kurang dari sama dengan

            And Dan

            Or Atau

            Not Bukan

            Between  -  And Diantara

            In  Di dalam

            Like Menyamai

        4.Memberikan nama lain pada kolom :

            SELECT namakolomlama AS namakolombaru FROM namatabel;

          Berikut ini perintah untuk memberikan nama lain pada kolom jenis menjadi jenis_film pada tabel           jenisfilm: 

            SELECT JENIS AS TYPE FROM JENISFILM; 

        5.Menampilkan data lebih dari dua tabel: 

            SELECT * FROM namatabel1, namatabel2, namatabel-n;